Kamis, 01 Maret 2012

PENGAMATAN SIFAT FISIK BUAH DAN SAYURAN



PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dalam kaitannya dengan variasi iklim terutama di daerah tropis, dalam hal pemanenan telah diteliti bagaimana untuk menjaga agar hasilnya tetap maksimum. Factor – factor yang mempengaruhi hasil panen adalah temperature, ketersediaan air, dan dalam beberapa wilayah, lamanya waktu pemanenan hingga intensitas cahaya. Factor  ini mungkin digunakan sebagai acuan umum untuk menentukan tanah yang baik untuk pertumbuhan sayur-sayuran. Komposisi yang alami dan asli dari tanah tersebut digunakan untuk penanaman sayur-sayuran serta buah
( Tindall, 1983 ).
            Tanaman sayuran dikelompokkan secara bebas  berdasarkan karakteristik dari pasca panen serta suhu dari penyimpanannya. Pengelompokannya dapat juga melalui respon tanaman tersebut terhadap pH ( keasaman ), sanitasi, kebutuhan akan hara, serta drainese. Perbedaan respon tananman terhadap beragam kondisi tersebut menimbulkan keberagaman pada tananaman tersebut. Selain itu,  tanaman dapat juga dikelompokkan berdasarkan bagian yang bias dimakan (organ botanis)
( Rubatzky dan Yamaguchi, 1998 )
            Pengelompokan ( klasifikasi ) botanis pada umumnya dilakukan berdasarkan keberagaman tipe bunga, morfologi, dan kecocokan antartanaman. Misalnya tanaman selada dalam divisi spermatophyte dan dalam subkelas monokotiledonae dan dalam genus lectuceae. Sejumlah besar selada  diproduksi dalam rumah kaca atau polibag. Sebagian besar selada dimakan mentah, dan merupakan sayuran salad yang popular karena warna, tekstur, aroma serta rasanya yang segar. Selada mempunyai kandungan air yang tinggi sedangkan karbohidrat dan proteinnya rendah. Selain itu, selada dikenal juga sebagi sumber mineral yang tinggi, pro vitamin A dan vitamin C serta serat
 ( Rubatzky dan Yamaguchi, 1998 ).
Sedangkan buah mangga memiliki pohon yang tiggi berkisar antara 40 meter atau lebih. Bakal buahnya yang tidak bertangkai serta terdapat dalam suatu ruangan, dan terletak pada suatu piringan. Kepala putiknya berbentuk sederhana, dan terdapat pada ujung tangkai putik mulai dari tepi bakal buah. Dalam suatu bunga kadang-kadang terdapat tiga bakal buah. Bentuk buah mangga pada umumnya oval dan lonjong serta bertekstur daging buah yang lunak bahkan kenyal ( http://id.wikipedia.org, 2011 ).
Cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kesegarannya adalah dengan pelapisan lilin, iradiasi, penyimpanan diruang pendingin atau infiltrasi ion kalsium. Selain dipasarkan dalam bentuk utuh/segar, mangga juga dapat dibentuk dalam berbagai macam olahan tergantung pada varietas buahnya. ada beragam produk buah mangga misalnya jus, manisan, pasta, konsetrat, kripik, selai, squash, tepung mangga, dll. Produk olahan tersebut bisa dipasarkan baik didalam maupun di luar negri ( Paimin, 1999 ).

Tujuan Percobaan
-          Untuk  mengetahui sifat fisik buah dan sayuran.
-          Untuk mengetahui karakteristik buah dan sayuran

BAHAN DAN METODA
Bahan
-          Selada
-          Kangkung
-          Jambu biji
-          Mangga
Reagensia
-
Alat
-          Pisau stainless steel
-          Telenan
-          Baskom
-          Piring
-          Jangka sorong
-          Penggaris
-          kalkulator


HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Pas
Bahan
Warna
Aroma
Rasa
Ukuran
Kekerasan
1
Kangkung
Selada
Jambu Biji

Mangga
Hijau
Hijau
Hijau keputihan

Hijau Kekunigan
_
_
Matang

Matang
_
_
Manis

Manis
_
_

t = 12 cm
d = 10 cm


t = 12,3 cm
d = 7 cm
Agak lunak
Agak lunak
Keras

Agak lunak
2
Bayam Merah
Kembang Kol

Apel Merah

Terung Belanda
Merah
Kuning kehijauan

Merah
Hijau kemerahan
_
_

Matang

Matang
_
_

Manis

Asam
_
_

t = 6,7 cm
d = 6,1 cm

t = 5,8 cm
d = 4 cm
Lunak
Lunak

Keras

Keras
3
Sawi
Bayam hijau
Jeruk
Tomat
Hijau
Hijau
Kuning
Merah
_
_
Matang
Matang
_
_
Asam
Agak manis
_
_
t = 4,7 cm
d = 5,7 cm

t = 5 cm
d = 4,7 cm
Agak lunak
Agak lunak
Agak lunak
Tidak keras
4
Buncis
Wortel
Pear

Alpokat
Hijau
Orange
Cream kekuningan

Merah gelap
_
_
Matang

Sangat matang
_
_
Asam


Pahit
_
_
t = 7,2 cm
d =10,6 cm


t = 19,8 cm
Agak lunak
Keras
Keras

Lunak


5
Brokoli
Daun singkong
Jeruk
Apel hijau
Hijau
Hijau
Kuning

kehijauan
Hijau
_
_
Matang
Matang
_
_
Manis
Kurang manis
_
_
t = 4,8 cm
d = 5,9 cm

t = 5,4 cm
d = 6,6 cm
Lunak
Lunak
Lunak
Keras
6
Kacang panjang
Sawi putih
Pisang
kuini
Hijau
Hijau keputihan
Kuning
Hijau kekuningan
segar
segar
Matang, segar, harum
_
_
Manis
Manis
_
_
t = 11,5 cm


t = 9,2 cm
d= 6,03 cm
Agak keras
Kasar
Lunak

Lunak


Pembahasan
            Sayur – sayuran dan buah - buahan pada umumnya mengandung kadar air yang tinggi. Buah dan sayur masing – masing varietas memiliki karakteristik yang berbeda mulai dari rasa, aroma dan bentuk. Pengamatan terhadap sifat fisik buah dan sayuran penting untuk dilakukan untuk melakukan sortasi atau grading agar mutu dan kualitasnya bisa menjadi lebih baik.
Tiap-tiap buah dan sayur memiliki sifat fisik yang berbeda. Perbedaan tingkat kematangan juga menyebabkan berbedanya sifat fisik dan kimia. Sifat fisik buah dan sayur sangat penting dalam sortasi dan pengkelasan (grading). Seringkali sortasi dan pengkelasan mutu buah dan sayur biasanya di tetapkan secara objektif dan kuantitatif.
Sifat fisik buah dan sayur yang sering diamati yaitu warna, aroma, rasa, bentuk, berat, ukuran, dan kekerasan. Biasanya dalam praktek sehari-hari, sifat-sifat fisis ini diamati secara subjektif, sedangkan berat ditentukan secara objektif dengan menggunakan timbangan. Sedangkan uji coba kimia dapat dilakukan terhadap pH, total asam, padatan terlarut (soluble solid) dan vitamin C.
Sortasi buah dan sayur dilakukan sesuai dengan permintaan pasar nasional maupun internasional yang biasanya melihat suatu produk dari nilai ukuran, warna, mutu, rasa dan lain-lain. Buah biasanya dibedakan berdasarkan struktur dinding buah. Klasifikasi berdasarkan dinding buah ini penting bila dikaitkan dengan penanganan pascapanen secara umum, karena buah dengan karakteristik dinding buah yang mirip akan mempunyai respon yang mirip terhadap perubahan lingkungan.  Pada dasarnya, dinding buah terdiri dari tiga komponen yaitu lapisan luar (exocarp atau epicarp), lapisan tengah (mesocarp), dan lapisan dalam (endocarp).
Beberapa buah-buahan mengalami keempukan setelah panen, sesungguhnya mengapa hal tersebut harus mengalami hal seperti itu. Salah satunya adalah pada penyimpanan selama empat bulan dapat menyebabkan buah apel menjadi empuk, sedangkan perubahan selulosa tidak terlalu besar, tetapi hemisalulosa dan protopektin berubahnya besar sekali. Peranan kedua ini sangat penting dalam pengempukkan buah. Kesimpulannya adalah pektin yang tidak larut (protopektin) menurun jumlahnya, dan pektin yang “hilang” tersebut nampaknya dirubah menjadi pektin yang dapat larut,terbukti dengan meningkatnya pectin.
Pada buah mangga sifat fisik yang diperhatikan adalah warna, rasa, penampakan, berat, ukuran adapun warna dari buah mangga tersebut adalah hijau muda, rasanya agak asam khas dari buah mangga, penampakannya bentuknya oval, dengan diameternya 7 cm, tingginya 12,3 cm, sedangkan pada selada, warna nya hijau muda, aroma khas selada, penampakan daun agak sedikit lebar dengan ujung daun agak keriting. Sifat-sifat kimia yang diamati berkaitan dengan komposisi bahan dan kandungan senyawa khusus pada bahan seperti vitamin C pada mangga tersebut yaitu 2,045 dan pH 2,82.
Untuk mengetahui sifat fisik buah dan sayur cukup hanya dengan mengamati ukuran, bentuk, tekstur, struktur, warna dan penampakan, sedangkan untuk mengetahui sifat kimia adalah dengan cara menguji bahan tersebut dengan bahan kimia sesuai dengan kandungan buah tersebut

KESIMPULAN
1.      Pada pematangan buah-buahan dan sayuran terjadi perubahan fisik dan kimia.
2.      Sifat fisik buah dan sayur yang sering diamati yaitu warna, aroma, rasa, bentuk, berat, ukuran, dan kekerasan.
3.      Sifat fisik buah – buahan serta sayur – sayuran pada setiap tanaman berbeda tergantung pada varietasnya.
4.      Pada buah yang matang kadar gulanya akan semakin tinggi dan kadar asamnya mulai merendah.
5.      Buah – buahan dan sayur – sayuran yang terlalu matang akan cepat mudah rusak serta kadar gulanya akan mulai menurun.









DAFTAR PUSTAKA
Http://id.wikipedia.org/wiki/Mangga [ 27 September 27, 2011 ].
Paimin, Fendy R., 1999, Bertanam Mangga Ala Petani Tailand, Penebar
            Swadaya; Jakarta.
Rubatzky, Vincent E, dan Mas Yamaguchi., 1998, Sayuran Dunia Prinsip,
       roduksi, dan gizi., Jilid Kesatu, ITB; Bandung.
Rubatzky, Vincent E, dan Mas Yamaguchi., 1998, Sayuran Dunia Prinsip,
       roduksi, dan gizi., Jilid Kesatu, ITB; Bandung.
Tindal, H.D., 1983, Vegetables In The Tropics, Mac Millan Press; London.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar